Kamis, 25 April 2013

hakikat anak usia dini


  1. Hakikat pendidikan dalam konteks pembangunan nasional mempunyai fungsi pemersatu bangsa, penyamaan kesempatan, dan pengembangan potensi diri.
  1. Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan dasar hukum penyelenggaraan dan reformasi sIstem pendidikan nasional, serta memuat visi, misi, fungsi, tujuan dan strategi pembangunan pendidikan nasional.
  1. Masa usia dini (0-6 tahun) merupakan masa keemasan (golden age) dimana peran stimulasi lingkungan yang kondusif  dan dilakukan dengan cara bermain akan dapat mengembangkan pertumbuhan otak dan seluruh potensi anak. Karena :
a. merupakan masa peka bagi anak. Masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama.
b.  merupakan masa perkembangan kecerdasan yang pesat. Kecerdasan pada masa ini dapat meningkat dari 50% menjadi 80%.
  1. Banyak manfaat bagi anak yang bersekolah di PAUD antara lain :
a. Hampir seluruh aspek perkembangan anak tumbuh dan berkembang  lebih baik dibandingkan anak yang tidak masuk PAUD
b.    Memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak masuk PAUD
c.  Tidak akan mengalami pengulangan kelas saat di kelas I dibandingkan anak yang tidak masuk PAUD
d.    Lebih siap bersekolah dibandingkan anak yang tidak masuk PAUD
  1. Hakekat Pendidikan Anak Usia Dini
a.    Pengertian
PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
b.    Tujuan
PAUD bertujuan mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  1. Landasan Pendidikan Anak Usia Dini
a.Landasan Yuridis
UUD  1945 pasal 28 B ayat 2,“Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh & berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi“.
UU No 23 tahun 2002 pasal 9 ayat 1, tentang Perlindungan Anak , “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan & pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya“.
UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab 1, Pasal 1, Butir 14 dinyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa :
  1. PAUD diselenggarakan sebelum jenjang Pendidikan Dasar
  2. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal dan/atau informal
  3. PAUD jalur pendidikan formal: TK, RA atau bentuk lain yang sederajat
  4. PAUD jalur pendidikan non formal: KB, TPA, atau bentuk lain yang sederajat
  5. PAUD jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.
b.Landasan Filosofis
  1. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia.
  2. Pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan (manusia Indonesia seutuhnya)
c.Landasan Keilmuan
  1. Wittrock, perkembangan anak berkaitan dengan perkembangan struktur otak yang sangat penting untuk pengembangan kapasitas berpikir manusia
  2. Jean Piaget  mengemukakan anak belajar melalui interaksi dengan lingkungannya dan guru berperan sebagai fasilitator
  3. Lev Vigostsky meyakini pengalaman interaksi sosial sangat penting bagi perkembangan proses berpikir anak
  4. Howard Gardner menyatakan tentang kecerdasan jamak dalam perkembangan manusia

Hakikat Anak Usia Dini Menurut Tinjauan Psikologis
Secara psikologis kaidah atau hakikat anak usia dini ( AUD ) sangatlah tidak bisa dipisahkan dari suatu pendekatan mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak saat lahir. Perkembangan motorik dan fisik anak sangatlah berhubungan dengan pertumbuhan psikis anak. Oleh karena itu psikologi perkembangan anak usia dini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh.
Anak akan mengalami suatu periode yang dinamakan sebagai masa keemasan anak saat usia dini dimana saat itu anak akan sangat peka dan sensitif terhadap berbagai rangsangan dan pengaruh dari luar. Laju perkembangan dan pertumbuhan anak mempengaruhi masa keemasan dari masing-masing anak itu sendiri. Saat masa keemasan, anak akan mengalami tingkat perkembangan yang sangat drastis di mulai dari pekembangan berpikiri, perkembangan emosi, perkembangan motorik, perkembangan fisik dan perkembangan sosial.
Lonjakan perkembangan ini terjadi saat anak berusia 0-8 tahun, dan lonjakan perkembangan ini tidak akan terjadi lagi di periode selanjutnya. Saat perkembangan anak khususnya saat perkembangan dini, orang tua harus betul menjadikannya sebagai perhatian khusus, karena hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa yang akan datang. Guna mendukung hal tersebut berikut adalah beberapa hal yang harus di perhatikan orang tua mengenai perkembangan anaknya.
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar